Langsung ke konten utama

Mengatasi Ubuntu tidak bisa membuka Flashdisk BerFile System ExFAT


Kupas Ubuntu - Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya FAT32 maupun NTFS, jika teman-teman sering memformat flashdisk maupun hardisk, teman-teman akan menemukan kata tersebut, dan mereka disebut File System.

File System berfungsi untuk mengontrol bagaimana data disimpan dan diambil. Tanpa sistem file, informasi yang ditempatkan dalam media penyimpanan akan menjadi satu kumpulan data yang besar tanpa ada cara untuk mengetahui di mana satu informasi berhenti dan selanjutnya dimulai. Dengan memisahkan data menjadi beberapa bagian dan memberikan setiap bagian dengan nama, agar informasi tersebut mudah diisolasi dan diidentifikasi.

ExFAT merupakan singkatan dari Extended File Allocation Table, dan seringkali salah disebut sebagai FAT64. ExFAT adalah sebuah File System Proprietary (Berpemilik) yang biasa digunakan di media penyimpanan seperti flashdisk. File System ini diperkenalkan oleh Microsoft pada bulan November 2016 dan bisa digunakan sebagai alternatif dari File System NTFS yang memiliki struktur data relatif lebih besar.

Di Ubuntu tidak menyertakan paket aplikasi untuk membuka exfat secara bawaan, hal ini "mungkin" dikarenakan file system tersebut adalah perangkat lunak proprietary atau berpemilik seperti format file mp3 yang membutuhkan paket aplikasi tambahan untuk membukanya.

(Gambar pesan error yang muncul)

Untuk membuka flashdisk dengan File System exFAT di Ubuntu, kita harus menginstall beberapa paket aplikasi, yaitu exfat-fuse dan exfat-utils. Untuk cara menginstallnya teman-teman buka terminal (CTRL+ALT+T) lalu ketikkan perintah berikut :

sudo apt install exfat-fuse exfat-utils

Jika sudah selesai install, coba teman-teman buka kembali flashdisknya. Seharusnya flashdisk tersebut sudah bisa dibuka.

(Flashdisk sudah bisa dibuka)

Segitu saja tutorial kali ini,  Jika ada pertanyaan silahkan berkomentar di kolom komentar yang ada dibawah, terimakasih.

Sumber : https://askubuntu.com/questions/451364/how-to-enable-exfat-in-ubuntu-14-04

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Breeze folder akan mengikuti warna yang dipilih ketika memilih aksen warna

Pada update KDE Framework versi 5.88 nanti, warna icon pada folder di KDE Plasma akan mengikuti warna aksen yang dipilih. Jika sebelumnya ketika kita memilih aksen warna di pengaturan, itu hanya mengubah aksen warnanya saja tidak sampai mengubah warna folder yang ada pada aplikasi file manager. (Warna folder tetap biru, tidak mengikuti warna aksen yang dipilih) Tentunya hal ini menarik untuk ditunggu jika teman-teman adalah pengguna KDE Plasma. KDE Framework versi 5.88 dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 13 November 2021. Sumber :  https://pointieststick.com/2021/10/29/this-week-in-kde-accent-colored-folders-and-more/

Tidak suka dengan tampilan tab baru Firefox 89? Begini cara mengubahnya

Sejak Mozilla merilis versi Firefox 89 banyak diskusi yang terjadi di forum Reddit dan kolom komentar Twitter resmi Firefox. Banyak yang memuji tetapi tidak sedikitpun yang menjelek-jelekan tampilan baru dari versi ini, masing-masing orang punya selera yang berbeda-beda, jadi saya anggap wajar. Saya termasuk orang yang suka dengan tampilan baru Firefox 89, menurut saya tampilan baru ini memberikan hal yang berbeda dari versi-versi sebelumnya.   Untuk mengubah Firefox 89 ke Tampilan lama, teman-teman bisa mengikuti panduan ini : Klik di Search Bar lalu ketikkan about:config dan tekan Enter. Lalu akan muncul pesan peringatan, tekan tombol Accept the Risk and Continue jika setuju. Akan muncul Search Bar baru, lalu ketikkan browser.proton.enabled . Jika ketemu klik 2x sampai berubah dari true menjadi false . Sumber : https://twitter.com/timnphilly/status/1400070143766581251

Linux Mint 19.1 "Tessa" Dirilis! Apa Saja Fitur-fitur Barunya?

Kupas Ubuntu - Ternyata di penghujung tahun banyak juga perangkat lunak bebas yang dirilis, dan pada tanggal 19 Desember kemarin Linux Mint merilis versi terbarunya, yakni Linux Mint 19.1 dengan codename "Tessa", Mendengar kata "Tessa" jadi mengingatkan saya sama merek tissue 😂. Ya, seperti biasa Distro turunan dari ubuntu ini menamai sistem operasi nya dengan nama2 wanita yang berhuruf belakang "A". Saya akan mengulas beberapa fitur2 barunya, jadi di rilis kali ini ternyata lumayan ada banyak perubahan pada Linux Mint, terutama untuk versi Desktop Environtment Cinnamon. Di rilis ini, Linux Mint meng update versi dari Desktop Environtment utama mereka tersebut ke versi Cinnamon 4.0, dimana versi tersebut terdapat salah satu perubahan yang cukup menarik perhatian saya, yakni perubahan pada desain panel nya. (Tampilan selamat datang pada Linux Mint 19.1) Nah di versi ini, panel yang biasa digunakan untuk berpindah-pindah dari satu aplikasi ke ...