Langsung ke konten utama

Cara Memasang atau Mengganti Tema Default Pada Plank Dock


Kupas Ubuntu - Seringkali pasti kita merasa bosan dengan tampilan dari ubuntu kita yang itu-itu saja, kita mencoba berbagai cara agar desktop kita terlihat lebih fresh dan indah dipandang mata dan juga bisa menjadi ajang pamer 😂. Dari yang hanya mengubah tema dan icon-icon nya saja, sampai yang menambahkan fitur-fitur baru kedalamnya. Saya ambil contoh Plank Dock, ini adalah software yang tidak secara default ada pada saat ubuntu terinstall jadi kita harus menginstallnya terlebih dahulu, dan fungsinya adalah sebagai alternatif untuk mengakses aplikasi yang sedang berjalan.


Sama hal nya dengan tema ubuntu kita, tema di plank juga bisa diubah sesuai dengan keinginan. Teman-teman bisa secara mudah menemukan tema plank di internet, teman-teman hanya perlu menuliskan kata "Plank theme" maka akan muncul banyak sekali link yang menyediakan tema untuk plank disana secara gratis, atau jika teman-teman ingin membuat tema sendiri juga bisa.

Untuk memasang atau mengganti tema bawaan di Plank sangatlah mudah, pertama-tama pastikan teman-teman sudah memiliki tema yang ingin dipasang. Atau jika belum punya, bisa mengunduhnya dari link ini : https://www.gnome-look.org/browse/cat/273/

Jika sudah, teman-teman buka aplikasi File Manager masing-masing. setelah itu tekan CTRL+H untuk menampilkan folder yang tersembunyi.


Jika sudah muncul, teman-teman buka folder .local → share → plank → themes. Maka akan muncul folder themes yang masih kosong.

Lalu teman-teman copy-paste kan folder yang berisi tema yang tadi sudah diunduh ke folder themes (jika file berbentuk archive seperti .zip maka diextract terlebih dahulu)


Jika sudah di copy-paste, teman-teman tekan CTRL dibarengi dengan klik kanan pada plank untuk membuka menu, setelah itu pilih Preferences


Maka akan muncul jendela preference, disana teman-teman klik pada menu dropdown themes, lalu pilih tema yang sebelumnya sudah teman-teman masukkan pada folder themes.


Jika sudah, teman-teman klik exit. Lalu bisa lihat hasilnya seperti ini :


Cukup sampai disini tutorial kali ini, seperti biasa jika ada pertanyaan silahkan berkomentar pada kolom komentar yang sudah tersedia dibawah, Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Breeze folder akan mengikuti warna yang dipilih ketika memilih aksen warna

Pada update KDE Framework versi 5.88 nanti, warna icon pada folder di KDE Plasma akan mengikuti warna aksen yang dipilih. Jika sebelumnya ketika kita memilih aksen warna di pengaturan, itu hanya mengubah aksen warnanya saja tidak sampai mengubah warna folder yang ada pada aplikasi file manager. (Warna folder tetap biru, tidak mengikuti warna aksen yang dipilih) Tentunya hal ini menarik untuk ditunggu jika teman-teman adalah pengguna KDE Plasma. KDE Framework versi 5.88 dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 13 November 2021. Sumber :  https://pointieststick.com/2021/10/29/this-week-in-kde-accent-colored-folders-and-more/

Tidak suka dengan tampilan tab baru Firefox 89? Begini cara mengubahnya

Sejak Mozilla merilis versi Firefox 89 banyak diskusi yang terjadi di forum Reddit dan kolom komentar Twitter resmi Firefox. Banyak yang memuji tetapi tidak sedikitpun yang menjelek-jelekan tampilan baru dari versi ini, masing-masing orang punya selera yang berbeda-beda, jadi saya anggap wajar. Saya termasuk orang yang suka dengan tampilan baru Firefox 89, menurut saya tampilan baru ini memberikan hal yang berbeda dari versi-versi sebelumnya.   Untuk mengubah Firefox 89 ke Tampilan lama, teman-teman bisa mengikuti panduan ini : Klik di Search Bar lalu ketikkan about:config dan tekan Enter. Lalu akan muncul pesan peringatan, tekan tombol Accept the Risk and Continue jika setuju. Akan muncul Search Bar baru, lalu ketikkan browser.proton.enabled . Jika ketemu klik 2x sampai berubah dari true menjadi false . Sumber : https://twitter.com/timnphilly/status/1400070143766581251

Linux Mint 19.1 "Tessa" Dirilis! Apa Saja Fitur-fitur Barunya?

Kupas Ubuntu - Ternyata di penghujung tahun banyak juga perangkat lunak bebas yang dirilis, dan pada tanggal 19 Desember kemarin Linux Mint merilis versi terbarunya, yakni Linux Mint 19.1 dengan codename "Tessa", Mendengar kata "Tessa" jadi mengingatkan saya sama merek tissue 😂. Ya, seperti biasa Distro turunan dari ubuntu ini menamai sistem operasi nya dengan nama2 wanita yang berhuruf belakang "A". Saya akan mengulas beberapa fitur2 barunya, jadi di rilis kali ini ternyata lumayan ada banyak perubahan pada Linux Mint, terutama untuk versi Desktop Environtment Cinnamon. Di rilis ini, Linux Mint meng update versi dari Desktop Environtment utama mereka tersebut ke versi Cinnamon 4.0, dimana versi tersebut terdapat salah satu perubahan yang cukup menarik perhatian saya, yakni perubahan pada desain panel nya. (Tampilan selamat datang pada Linux Mint 19.1) Nah di versi ini, panel yang biasa digunakan untuk berpindah-pindah dari satu aplikasi ke ...