Langsung ke konten utama

Kdenlive, Aplikasi Editting Video Professional yang Mudah digunakan



      Saat kamu baru beralih ke Sistem Operasi Ubuntu dan kamu adalah seseorang yang kerjaannya suka mengedit Video, pasti kamu bertanya tanya "Bang Apakah ada aplikasi editing Video di Ubuntu?", "Bang Aplikasi Editing Video yang mudah di gunakan di Ubuntu ada enggak?".
Nah disini saya akan memberikan Rekomendasi Aplikasi Editing yang menurut saya Mudah digunakan, Indah Tampilannya, dan yang Pasti Gratiss, Apa itu? aplikasi editting ini bernama Kdenlive.

     Kdenlive memiliki fitur yang tidak kalah dengan aplikasi Editting Video Berbayar yang ada saat ini.  Kdenlive adalah singkatan dari KDE Non-Linear Video Editor. Kdenlive awalnya di tujukan untuk Gnu/Linux saja, tetapi sekarang sudah bisa di pakai di BSD, MacOS, dan Windows.

Lalu apa aja sih Fitur-fitur yang menarik di Kdenlive?



Fitur-fitur yang ada di Kdenlive :
(diambil dari situs Kdenlive)

- Video Editting dengan Multi-track
- Menggunakan hampir semua Format Audio / Video
- Konfigurasi Antarmuka dan shortcut
- Membuat tittle (Kata-kata)
- Banyak efek dan transisi
- Audio and video scopes
- Editting Proxy
- Backup otomatis
- Timeline Preview
- Keyframeable effects
- Bisa berganti tema

Lalu bagaimana cara menginstallnya?
*Cara ini bisa di lakukan di Semua distro Turunan Ubuntu (Misal : Linuxmint, ElementaryOS, ZorinOS).
*Penginstallan membutuhkan Akses ke Internet.

Pertama-tama buka terminal dengan menekan Ctrl+T, lalu ketikkan perintah di bawah ini :

sudo add-apt-repository ppa:kdenlive/kdenlive-stable

Bila di suruh tekan Enter, tekanlah.
lalu update ubuntu kamu dengan memasukkan perintah berikut di Terminal :

sudo apt-get update

setelah peroses update selesai, mari kita install kdenlivenya dengan cara memasukkan perintah berikut ke Terminal :

sudo apt-get install kdenlive

Nah sampai sini Kdenlive sudah bisa di gunakan, dengan menjalankannya lewat dash Unity atau App Launcher Ubuntu kamu.

Terimakasih semoga bermanfaat :D

*Jangan lupa luangkan waktu sejenak untuk Berkomentar dibawah postingan ini, karena dengan berkomentar anda membuat blog ini terasa lebih hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Breeze folder akan mengikuti warna yang dipilih ketika memilih aksen warna

Pada update KDE Framework versi 5.88 nanti, warna icon pada folder di KDE Plasma akan mengikuti warna aksen yang dipilih. Jika sebelumnya ketika kita memilih aksen warna di pengaturan, itu hanya mengubah aksen warnanya saja tidak sampai mengubah warna folder yang ada pada aplikasi file manager. (Warna folder tetap biru, tidak mengikuti warna aksen yang dipilih) Tentunya hal ini menarik untuk ditunggu jika teman-teman adalah pengguna KDE Plasma. KDE Framework versi 5.88 dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 13 November 2021. Sumber :  https://pointieststick.com/2021/10/29/this-week-in-kde-accent-colored-folders-and-more/

Tidak suka dengan tampilan tab baru Firefox 89? Begini cara mengubahnya

Sejak Mozilla merilis versi Firefox 89 banyak diskusi yang terjadi di forum Reddit dan kolom komentar Twitter resmi Firefox. Banyak yang memuji tetapi tidak sedikitpun yang menjelek-jelekan tampilan baru dari versi ini, masing-masing orang punya selera yang berbeda-beda, jadi saya anggap wajar. Saya termasuk orang yang suka dengan tampilan baru Firefox 89, menurut saya tampilan baru ini memberikan hal yang berbeda dari versi-versi sebelumnya.   Untuk mengubah Firefox 89 ke Tampilan lama, teman-teman bisa mengikuti panduan ini : Klik di Search Bar lalu ketikkan about:config dan tekan Enter. Lalu akan muncul pesan peringatan, tekan tombol Accept the Risk and Continue jika setuju. Akan muncul Search Bar baru, lalu ketikkan browser.proton.enabled . Jika ketemu klik 2x sampai berubah dari true menjadi false . Sumber : https://twitter.com/timnphilly/status/1400070143766581251

Linux Mint 19.1 "Tessa" Dirilis! Apa Saja Fitur-fitur Barunya?

Kupas Ubuntu - Ternyata di penghujung tahun banyak juga perangkat lunak bebas yang dirilis, dan pada tanggal 19 Desember kemarin Linux Mint merilis versi terbarunya, yakni Linux Mint 19.1 dengan codename "Tessa", Mendengar kata "Tessa" jadi mengingatkan saya sama merek tissue 😂. Ya, seperti biasa Distro turunan dari ubuntu ini menamai sistem operasi nya dengan nama2 wanita yang berhuruf belakang "A". Saya akan mengulas beberapa fitur2 barunya, jadi di rilis kali ini ternyata lumayan ada banyak perubahan pada Linux Mint, terutama untuk versi Desktop Environtment Cinnamon. Di rilis ini, Linux Mint meng update versi dari Desktop Environtment utama mereka tersebut ke versi Cinnamon 4.0, dimana versi tersebut terdapat salah satu perubahan yang cukup menarik perhatian saya, yakni perubahan pada desain panel nya. (Tampilan selamat datang pada Linux Mint 19.1) Nah di versi ini, panel yang biasa digunakan untuk berpindah-pindah dari satu aplikasi ke ...